Bunga Citra Lestari
‘Mungkin Belum Saatnya’
Beberapa waktu lalu, dalam sebuah promosi film Cinta Pertama di Kuala Lumpur, Bunga diwawancara Ashraff Sincalir, seorang artis Malasysia yang sedang naik daun.
Bunga mengaku masih biasa saja. Meski ada sedikit getaran saat melihat pria tersebut.
“Tapi, jodohnya pun karena wartawan juga yang sering menggosipkan kita berdua. Proses berjalan dengan sendirinya, yang tadinya teman jadi mesra,” cerita Unge, begitu gadis ini disapa. Kini Bunga merasa perjalanan cintanya sedang asyik-asyiknya. Meski begitu ia tak mau ngotot menuju pelaminan.
“Saya dan Ashraf menjalani hubungan ini santai-santai saja. Syukur kalau memang pada akhirnya jodoh. Saya serahkan hubungan ini pada yang di atas sana. Saya tidak ingin memaksa harus Ashraf jodoh saya nantinya. Semua terpulang pada rencanaNya,” paparnya.
Tidak dengan Emosi
Menjalin kasih jarak jauh, disadari Bunga membutuhkan pengorbanan. Dari tak bisa bertemunya setiap hari, menahan rindu, hingga membengkaknya biaya telepon dan saling kunjung.
“Ada enak tidaknya. Tapi memang itu yang harus dijalani. Sampai saat ini sih komunikasi tetap terjaga baik. Kalau tidak saya yang menghubungi atau sebaliknya,” jelasnya.
Bunga berprinsip, modal ia dan Ashraff dalam menjalani hubungan ini adalah saling percaya. Kepercayaan itu sudah menjadi komitmen Bunga dan kekasihnya itu.
“Kita pacaran tidak dengan emosi. Jadi selama ini, hubungannya yang kita jalani juga mengalir seperti layaknya orang yang bertemu tiap hari. Kan ada telepon,” ungkap Bunga yang merahasiakan anggaran tiap bulan bertelepon dengan sang kekasih.
Bunga juga tidak meminta Ashraf menspesialkan hari-hari tertentu untuk bertemu. Misalnya di malam tahun baru nanti, Bunga memutuskan menerima tawaran pekerjaan. Ashraf pun membebaskan dirinya untuk berkarir.
“Dia sangat mensuport apa yang saya lakukan. Buat apa punya orang dekat tapi tidak mensuport. Makanya sejak awal pacaran, aku sudah melihat apakah Ashraf bisa membuat bunga menjadi lebih baik nggak? Sampai sekarang, belum ada satupun masalah diantara kita,” ungkap Bunga, yang mengatakan ia dan Ashraf selama ini saling mengunjungi. Tergantung siapa yang memiliki waktu luang.
“Ashraf sering kok datang. Kalau tidak bisa saya yang menjemput, atau saya minta supir menjemputnya di Bandara. Malah, kalau tidak bisa ada yang menjemputnya, dia bisa kok naik taksi sendiri langsung ke hotel,” ucap gadis yang biasanya menghabiska waktu berdua Ashraf dengan berjalan-jalan, makan atau nonton film.
Hubungan Bunga dan kedua orangtua Ashraf baik, begitu juga sebaliknya. Namun kedua orang masing-masing belum pernah bertemu.
Kedua orangtua masing-masing belum pernah bertemu.
“Mungkin belum saatnya. Kalau sudah serius, baru ada langkah selanjutnya dari orangtua. Kita kan baru sebatas pacaran. Anehnya, diantara kita tidak mengenal cemburu. Sumpah, aku juga bingung,” ungkap Bunga yang mengaku sangat menjaga batas dalam berpacaran, dan menjaga nama baik orangtua.
Tahu Diri Sebelum Go International
Karir Bunga sebagai penyanyi makin meroket. Album pertamnya sukses di pasaran. Bahkan, namanya diperhitungkan di industri musik sebagai penyanyi masa depan. Meski lebih dulu dikenal sebagai bintang sinetron, Bunga mengaku ia kini lebih memprioritaskan berkiprah di dunia musik.
“Saya lebih pilih nyanyi. Karena menyanyi itukan mimpi saya sejak kecil. Terlihat kan saya begitu serius menjalani. Tapi buat saya, apapun pekerjaannya, saya akan serius menjalaninya. Hanya saat ini prioritas saya adalah menyanyi,” ucapnya yang bercita-cita untuk bisa go Internasional.
“Mudah-mudahan bisa terlaksana. Buat saya, sah sah saja mengejar mimpi. Apalagi kalau kita tahu caranya mengembangkan kemampuan yang ada,” jelasnya.
“Saya bersyukur sekali karir terus berkembang baik. Mungkin orang melihatnya dipermukaannya saja, tahu-tahu saya bisa sukses. Tapi tidak tahu bagaimana jalannya usaha yang bunga lakukan. Seperti di album berikutnya, saya banyak terlibat mulai dari segi instrumennya sampai aransemennya. Semua itu dilakukan karena saya tahu apa yang saya ingini.”
Kini Bunga tengah mempersiapkan album berikutnya. Ia mengaku akan memberikan yang lebih baik dari sebelumnya. Ia menyadari bahwa keinginannya untuk go international ke mancanegara masih memerlukan proses panjang.
“Saya harus tahu diri, mampu nggak menjalaninya. Kalau memang belum saatnya, Saya tidak akan memaksakan keinginan. Seperti di album nantinya, saya merasa mampu untuk melakukannya. Tapi, kalau angan-angannya tampil menjadi penyanyi Internasional, atau mengajak penyanyi dunia bareng nyanyi dengan saya, itu sih masih jauh. Mungkin saatnya ada, hanya butuh waktu entah sampai kapan,” kata Bunga.
Belajar dari Maia
Beberapa waktu lalu, Bunga sering tampil bersama Ratu. Maia Estianty memang meminta Bunga menjadi penyanyi featuringnya. Hal ini dikarenaka di Ratu masih kosong personil tetapnya. Karena sering tampil bersama inilah, gosip posisi penyanyi Ratu akan segera diisi Bunga.
“Enggaklah. Basic saya sebagai penyanyi Solo. Sampai kapanpun tetap sebagai penyanyi Solo. Saya punya tanggungjawab menjadi penyanyi Solo saja. Sejak awal label juga sudah meminta saya tetap sebagai penyanyi solo. Kalaupun pernah bareng nyanyi dengan mbak Maia bukan berarti bisa untuk selamanya. Apalagi mengubah konsep menjadi penyanyi duet, belum terpikir sampai saat ini dan mungkin untuk selamanya,” jelasnya.
Diakui, dirinya banyak tahu dengan lagu-lagu Ratu. Bahkan hapal diluar kepala. “Mbak Maia juga kadang suka menyanyikan lagu saya. Hanya saja, saya paling banyak menyanyikan lagunya mbak Maia. Selain senang dengan orangnya, juga lagu yang diciptakan mbak Maia bagus-bagus. Mbak Maia jenius deh kalau sudah ciptakan lagu,” kata Bunga yang sejak awal karirnya sebagai penyanyi sudah mengidolakan Maia.
Diakui Bunga, setiap kali tampil bersama Maia, ia merasa memiliki keistimewaan tersendiri.
“Jujur aku ingin sepertinya. Terutama bisa menciptakan lagu yang asyik di dengar. Sumpah mati, semua lagu Ratu bisa aku nyanyikan semua,” ucapnya.
Agar Tak Ada Kesalahan Serupa
Bunga tidak berpikir panjang saat ditawari menjadi Duta Program Lingkungan. Baginya, misi yang diemban justru jauh lebih besar untuk kepentingan orang banyak.
“Aku ingin berbuat banyak dengan masalah lingkungan. Lihat saja lingkungan hidup makin rusak dan bencana makin banyak. Cuaca pun makin tidak menentu. Sudah saatnya kita harus berbenah. Jangan sampai Ancol yang kita lihat sekarang hanya tinggal kenangan akibat pengaruh pemanasan global yang kian naik,” prihatinnya.
Terlepas dari tugasnya sebagai Duta Lingkungan, Bunga jauh-jauh hari sudah sangat peduli tentang segala hal yang menyangkut lingkungan. Terutama isu global warming saat ini.
“Aku mulai dari diri sendiri dan di rumah sendiri. Sehingga mereka tidak melihat hanya sebatas slogan, tapi sudah ada bukti nyata yang aku jalani,” papar Bunga yang ditemui dalam acara Toyota Eco Youth, beberapa waktu lalu.
Bunga mengaku sangat menyesal atas perilakunya di masa lalu, yang secara tidak langsung telah merusak lingkungan. Kebiasaan buruk itu dianggap Bunga perlu dicegah agar orang lain tidak berbuat kesalahan serupa.
“Dulu kalau aku mandi, membiarkan air mengalir terus mengalir meluber sambil gosok gigi. Padahal itu salah. Atau saat aku membiarkan berlebihan mencharge batterai handhone. Sebenarnya banyak kebiasaan-kebiasaan buruk yang terjadi tanpa kita sadari,” papar Unge memberi nasehat.
Setelah menyandang Duta Lingkungan, Bunga mengaku makin getol menyuarakan peduli lingkungan. Hal itu ia lakukan kapan saja, terutama di saat sedang berinteraksi di masyarakat.
“Saat nyanyi juga aku selipkan pesan masalah lingkungan. Pokoknya dimana saja kapan saja. Dampak pemanasan global ini harus diwaspadai secara serius. Dan salah satu caranya dengan memperhatikan di lingkungan kita sendiri.” (Fauzi Zuhry)


more fun — in other words, better. The PUB has been known to march on occasion, but we’re more likely to amble or saunter around. We’re not your
Whether or not you play a musical instrument, if you are a Princeton student or alumnus, we invite you to 







