Konser Tunggal Krisdayanti 
Sebuah Totalitas Berkarya Artis Lokal
Krisdayanti—sering disebut dengan singkatan KD—-memang pantas disebut diva pop Indonesia. Lewat konser tunggalnya di Plenary Hall, JHCC, Jakarta, Kamis malam (20/9), KD menumpahkan segala kepiawaian dan talentanya secara utuh selama dua jam lebih menyanyikan 22 lagu. Hingga akhir acara, KD masih mampu tampil prima dengan kualitas vokal yang bening serta jangkauan nada-nada tinggi yang tetap dipertahankannya.
Di atas panggung, KD tampil all-out. Tak cuma bernyanyi dan menari, ia juga berakting dalam episode-episode pendek yang dicuplik dari sinetron Terpesona (dengan Anjasmara) dan Abad 21 (dengan Sophan Sophiaan). KD adalah seorang perempuan, ibu, istri, sahabat dan pemain sinetron. Inilah totalitas yang ingin ia persembahkan kepada dunia hiburan Tanah Air.
Sebelumnya KD pernah mengatakan, konser tunggal ini didedikasikan bagi para pecinta musik Indonesia karena mereka berhak mendapatkan yang terbaik, sekaligus sebagai tanggung jawab moralnya kepada para pendengarnya. Dan tampaknya, tak ada yang membantah, KD sudah menunaikan tugasnya dengan baik.
Mengusung Idealisme
Acungan jempol juga patut ditujukan kepada pihak penyelenggara konser tunggal perdana KD. Terutama kepada Erwin Gutawa Orchestra yang telah menyajikan musik bermutu dan Jay Subijakto selaku art director yang telah menyulap Yanti dan tata panggung menjadi artistik, serta tata suara serta lighting dengan kekuatan 300.000 watt dan permainan laser yang memikat. Tak berlebihan jika dikatakan, tata suara malam itu dibuat sungguh sempurna dengan kekuatan 60.000 watt, karena rencananya konser tunggal ini akan direkam live dalam bentuk VCD.
Tak ketinggalan pihak promotor, Vocuz Entertainment, yang sejak awal memiliki idealisme untuk menggelar konser bermutu artis dalam negeri, sejajar dengan artis mancanegara. Tak mengherankan jika dibanding promotor lainnya, Vocuz yang paling jarang menggelar konser. Dalam satu tahun, Vocuz yang sebelumnya sukses menggelar konser Chrisye, biasanya hanya menggelar satu konser saja demi menjaga kualitas.
Sedikit kekurangan (molor hingga satu jam), ternyata tak sampai merusak kelancaran acara. Dalam waktu singkat, KD mampu membuat penonton melupakan kekesalan mereka karena harus menunggu penyanyi kesayangan selama satu jam.
Pertunjukan KD membuktikan suguhan artis dalam negeri tak kalah menariknya dengan artis mancanegara jika dikemas secara profesional. Manajemen panggung terlihat sangat baik. Tak ada waktu terbuang percuma. Ketika berganti kostum pun (hingga empat lima kali), KD hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk tampil kembali dengan busana dan tata rambut berbeda. Ini membuktikan adanya koordinasi yang sempurna dari para penata artistik dan busana.
Konsep Baru
Belum lagi isi acara yang menggabungkan konsep menyanyi dengan iringan orkestra sebanyak 85 musisi – yang diklaim sebagai jumlah terbesar dalam pertunjukan penyanyi solo di Indonesia – dan audio visual, membuat acara tidak monoton. Selama KD menyanyi, para penonton dapat menyaksikan cuplikan foto-foto, video klip, sinetron dan penghargaan yang pernah diraihnya selama 10 tahun perjalanan kariernya, sejak meraih penghargaan Grand Champion Asia Bagus 1991 di Jepang yang memuluskan jalannya di dunia tarik suara. Lagu-lagu KD juga terdengar sedikit berbeda dan lebih variatif dibanding versi aslinya, berkat aransemen Erwin.
Ini masih ditambah dengan iringan 25 penari yang menambah meriah panggung dan tak lupa unjuk kebolehan gitaris andal Tohpati yang diberi waktu sekitar lima menit bermain gitar akustik solo membawakan penggalan lagu-lagu KD.
Konsep panggung yang diciptakan Jay Subijakto itu boleh dibilang sebuah terobosan baru. KD tidak melulu bernyanyi. Dua kali ia harus berakting juga. Menurut KD, sejak awal dirinya tak mengetahui kalau adegan ini bakal dimunculkan dalam konsernya. Ini sepenuhnya merupakan ide Jay yang ingin mengobati rasa kangen penggemar Yanti yang sudah lama tak melihat ibu dua anak itu berakting, sejak mengundurkan diri dari sinetron setahun yang lalu karena ingin berkonsentrasi mengurus keluarga dan profesinya sebagai penyanyi.
No Pain, No Gain
Untuk tampil memikat seperti malam itu memang dibutuhkan latihan dan persiapan yang cukup panjang. Seperti kata pepatah, “No pain, no gain.” Satu bulan sebelum konser tunggal, KD harus puasa show untuk lebih berkonsentrasi.
Tak kurang ia harus menolak permintaan show sampai 60 kali. Sebagai gantinya, KD digembleng harus mengikuti berbagai latihan vokal dan olah tubuh setiap hari. Ia juga dilatih vokal oleh Chaterine Leimena, dosen vokal IKJ dan berlatih kebugaran oleh instruktur yang pernah melatih Nicky Astria. Tak hanya itu, KD harus menjalani pantangan seperti tidak makan gula, makanan pedas atau asam yang diyakini dapat mengurangi kualitas vokalnya.
Meski tampil dengan persiapan penuh dan dukungan para penyelenggara yang profesional di bidangnya, tak urung KD sempat gentar. Pasalnya, pada hari yang sama, juga digelar konser pemain biola internasional, Vanessa Mae, yang tak kalah memikat dan seksi. Entah karena pesona KD atau fanatisme penggemarnya atau bahkan kecintaan penonton akan artis tanah airnya, seminggu sebelum konser karcis sebanyak 4.500 lembar mulai dari harga Rp 275.000 hingga Rp 75.000, habis ludes terjual. Yang menonton pun bervariasi, mulai dari pejabat seperti Menhan Matori Abdul Djalil dan Irjen. Pol. Togar Sianipar hingga rekan-reannya sesama artis seperti Chrisye, Harvey Malaiholo, Titi DJ dan bintang film Christine Hakim.
Untunglah berkat dorongan dari para pendukung acara, Yanti maju terus malah semakin giat berlatih. Sejak tanggal 12 September, dia bersama para pendukung melakukan run through komplet demi menghadapi konser tersebut. Mungkin tak banyak yang tahu, ketika latihan terakhir Kamis sore, sempat terjadi insiden kecil. Seusai gladi resik, kaki KD tersandung kabel dan terkilir. Untunglah setelah diurut, kaki Yanti pulih kembali dan bisa meneruskan konser hingga tuntas, tanpa terlihat sedikit pun kakinya tertatih-tatih.
Melebihi Harapan
Lalu apa komentar KD seusai menunaikan kewajiban moralnya kepada para penggemarnya? “Terus terang ini lebih dari yang saya harapkan. Tapi Insya Allah ini tidak menjadikan saya sombong,” ungkapnya lega yang selama konser berlangsung kerap mengucapkan terima kasih karena penonton memilih untuk menonton pertunjukannya.
Yanti sendiri mengaku belum mempunyai rencana apa-apa setelah konser tunggalnya berlalu. Yang jelas, pekan depan dia harus segera kembali berakting untuk membayar utangnya pada Multivision. (din)
keren bo………
diva KD
3 diva jago nkeren
konser yang megah y??????